KONTAK PERKASA FUTURES – Menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), OJK akan membolehkan para penanam modal di dalam negeri untuk memilih pialang alias manajer investasi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Hal ini dilaksanakan sebagai langkah OJK untuk memberikan keterbukaan informasi investasi di Indonesia.

“Dalam MEA nanti terdapat mutual recognition. Secara regional mereka diusahakan agar bisa langsung berinvestasi. Misalnya di Indonesia boleh menggunakan broker dari Malaysia misalnya. Broker negara lain juga dapat menggunakan investor Indonesia sebagai nasabah,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di acara Indonesia Global Sharia Fund, yang diadakan Citi Indonesia di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2016).

Para broker di Indonesia juga harus meningkatkan kualitas mereka dalam mengelola dana nasabahnya. Agar mampu bersaing dengan broker Asia Tenggara lainnya di dalam negeri.

“Ini tidak main-main karena investor tersebut bebas memilih brokernya. Kalau broker indonesia tidak dapat meningkatkan kualitas, maka Indonesia akan kalah saing,” kata Nurhaida.

Peraturan ini juga masih dalam kajian karena setiap negara memiliki standar yang berbeda. Masih diperlukan kajian lebih dalam untuk menerapkan kebijakan tersebut agar dapat dipersiapkan lebih matang.

“Tapi bagaimana caranya, ini masih dalam perencanaan, tapi masih belum berjalan karena setiap negara itu belum bisa aturannya. Untuk itu kita perlu kerja sama ini, tapi tidak bisa cepat-cepat juga. Lebih baik lambat tapi kita siap,” kata Nurhaida.

Source : detik.com