PT KONTAK PERKASA – Peluang rebound rupiah di awal pekan terbuka lebar jika berkaca dari sajian data tenaga kerja AS akhir pekan lalu yang mengecewakan pasar. Meski masih minim dukungan dalam negeri, rupiah bisa manfaatkan celah ini untuk merengkuh penguatan.

Di pasar spot, Jumat (6/1) valuasi rupiah tergelincir 0,03% ke level Rp 13.371 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Walau di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah berhasil dulang penguatan 0,17% di level Rp 13.347 per dollar AS.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menuturkan rilis data tenaga kerja AS yang buruk akan jadi beban bagi pergerakan USD Senin (9/1). Karena memang sajian data ini merupakan salah satu indikator penting untuk melihat proyeksi langkah The Fed ke depannya dalam pengetatan kebijakan moneter AS.

Dilaporkan angka tenaga kerja sektor non pertanian merosot dari 204.000 orang menjadi 156.000 dengan catatan tingkat pengangguran membengkak dari 4,6% menjadi 4,7%. Walau upah tenaga kerja AS Desember 2016 tumbuh dari minus 0,1% menjadi 0,4%, diduga hal ini tidak akan berdampak banyak bagi dollar.

“Celah koreksi USD yang hampir pasti terjadi pada Senin (9/1) bisa menguntungkan rupiah karena memang untuk saat ini faktor utama pergerakan masih datang dari eksternal terutama AS,” tutur Josua. Apalagi ini sejalan dengan hasil notulensi FOMC yang menunjukkan bahwa The Fed tidak menginginkan jika USD menguat terlampau tajam.

Serta masih terpecahnya suara dari pejabat The Fed mengenai peluang kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. “Hanya memang jika rupiah menguat rentangnya akan tetap sempit,” duga Josua.

Source : kontan.co.id