KONTAK PERKASA FUTURES – Kementerian ESDM hari ini memulai lelang 14 wilayah kerja migas dalam acara penutupan The 40th IPA Convention and Exhibition di JCC Senayan, Jakarta.

Lain dengan lelang blok migas di tahun-tahun kebelakang, lelang kali ini menawarkan insentif supaya lebih menarik bagi para investor. Pada lelang blok migas, umumnya bagi hasil antara pemerintah dan kontraktor, maupun signature bonus sudah ditetapkan, tidak bisa ditawar.

Bagi hasil minyak umumnya 85% untuk pemerintah dan 15% untuk investor. Tapi sekarang, investor bisa mendapat bagian lebih dari 15%, supaya blok migas menjadi lebih ekonomis. Insentif ini diberikan sebab harga minyak sedang turun hingga kisaran US$ 50/barel.

Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan peserta tender dapat menawar bagi hasil hingga 50%. Asal permintaan bagi hasil yang diajukan tetap lebih kecil daripada bagian untuk pemerintah, investor masih ada kesempatan menang.

“Pokoknya minimal tidak boleh di bawah 50% untuk government. Jadi kalau yang menawar di bawah 50% pasti nggak menang,” ucap Djoko, selesai penutupan Konvensi IPA di JCC Senayan, Jakarta, Jumat 27 Mei 2016.

Dia menambahkan, pemerintah juga memperhitungkan jumlah cadangan dan tingkat kesulitan tiap blok. Makin sulit dan makin sedikit cadangan suatu blok, bagian untuk investor semakin besar supaya ekonomis.

Kebalikannya, semakin mudah dan semakin besar cadangan sebuah blok, bagi hasil untuk pemerintah juga semakin besar. “Makin sulit bloknya, split untuk government makin rendah,” ujarnya.

Ada 7 blok yang dilelang biasa dan 7 blok yang dilelang dengan direct proposal.

Untuk 7 blok yang masuk lelang reguler, antara lain:

  1. South CPP (Riau)
  2. Oti (Selat Makasar)
  3. Suremania I (Selat Makasar)
  4. Manakarra Mamuju (Selat Makasar)
  5. South East Mandar (Selat Makasar)
  6. North Arguni (Bintuni)
  7. Kasuri II (Papua Barat)

Untuk 7 blok yang dilelang melalui penawaran langsung, yaitu:

  1. Bukit Barat (Laut Natuna Barat)
  2. Batu Gajah Dua (Jambi)
  3. Kasongan Sampit (Kalimantan Selatan)
  4. Ampuh (Jawa Timur)
  5. Ebuny (Sulawesi Selatan)
  6. Onin (Bintuni)
  7. West Kaimana (Papua Barat)

Source : detik.com