KONTAK PERKASA FUTURES – Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia menganggap paket kebijakan ekonomi tidak sepenuhnya berjalan efektif. 12 Paket. Sebabnya, karena masih terdapat sejumlah kebijakan yang sampai saat ini belum dibuat payung hukumnya.

Hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan paket kebijakan ekonomi sampai saat ini belum sepenuhnya berjalan efektif.

“Semoga saja setelah hal-hal yang diperlukan, agar ini bisa jalan sudah ditandatangani, semoga sih bisa jalan. Namun untuk saat ini sih belum terlalu efektif. Secara keseluruhan ada, namun belum full. Mungkin baru terasa 10%, 30%, 50%. Berbagai macam lah,” kata Rosan P Roeslani, Ketua Umum Kadin, pada acara open house di rumahnya, kawasan Kemang Timur, Jakarta (7/7/2016).

Beliau juga menjabarkan contoh implementasi yang dianggap belum efektif yaitu insentif listrik untuk kalangan industri yang terdapat dalam paket ekonomi jilid 3. 12 Paket

“Misalnya bagi yang insentif untuk listrik, kalau industri memakai di atas malam hari, itu kan harusnya dapat insentif atau diskon. Yang demikian juga belum berjalan,” ujarnya.

Kadin sendiri ditunjuk Pemerintah untuk mengevaluasi paket ekonomi. Hal tersebut berdasarkan pada kebutuhan industri.

“Jadi kita nggak menganalisa per paket namun kita menganalisa atau memberikan saran berdasarkan industrinya. Contohnya di industri yang kita anggap positif tersebut industri yang paket 10,” ucap Rosan.

Dengan demikian selain evaluasi untuk peningkatan implementasi paket kebijakan yang sudah dirilis oleh pemerintah, ia menjelaskan penambahan paket kebijakan mungkin saja menjadi satu pintu lainnya agar mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Kemarin ada ease of doing business, juga ada paket kebijakan khusus mengenai e-commerce katanya akan keluar. Itu Kadin juga yang mengusulkan supaya ada paket kebijakan mengenai e-commerce. Tentunya ada penambahan,” pungkasnya.

Source : detik.com